Tampilkan postingan dengan label c. Air dan Saluran Pembuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label c. Air dan Saluran Pembuangan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Januari 2012

Saluran Pembuangan

Tidak kalah penting adalah saluran pembuangan kolam. Bagian ini dibuat pada sisi seberang dari masuknya air. Terdapat dua lubang pembuangan yakni satu terletak di bawah dan satunya lebih tinggi sekitar 10 centimeter dari dasar. Saluran pembuangan terbuat dari pipa paralon dengan ukuran 2,5".

Pembuangan di bagian bawah berfungsi untuk membuang air secara cepat misalnya untuk tujuan panen atau grading. Saluran ini berada di dasar cekungan (cempuri) sekaligus bertujuan memudahkan mengumpulkan ikan saat panen atau grading.

Pembuangan bagian atas digunakan untuk sirkulasi air harian. Pada sisi luar pipa sirkulasi dipasang pipa setinggi batas atas kolam. Pipa bagian luar ini sekaligus berfungsi untuk mengatur ketinggian air di dalam kolam. Makin rebah makin sedikit isi air di dalam kolam. (*)

Kualitas Air

Karena ikan hidup di air, maka kualitas dan kuantitas air merupakan faktor penting. Lele benih membutuhkan air dengan kadar pH netral, tidak mengandung bahan terlarut yang berbahaya, jernih dan tidak berbau. Air didapatkan dari pengeboran tanah dengan kedalaman menyesuaikan daerah masing-masing yang terpenting dicari sumber terbesar dan paling jernih.

Bagaimana dengan air PAM, sumur artesis, atau sumber mata air? Saya tidak punya pengetahuan soal ini, sebab di kampung saya tidak ada yang menggunakannya.

Sedikit cerita berasal dari teman yang mengawali budidaya pembenihan lele di kampung saya. Awalnya juga tidak yakin bisa berhasil, sebab kualitas airnya belum teruji. Toh setelah ditekuni bisa panen bahkan berkembang sangat pesat.

Untuk menyalurkan air dari sumur ke kolam, digunakan pompa air listrik yang telah dimodifikasi pada bagian sedotan dan keluaran. Umumnya dioverload menjadi 1,5" sehingga penyedotan dan pengeluaran air lebih besar. Overload pompa air listrik mudah dijumpai di pasar loak tiap kota. Kisaran biayanya antara Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. (*)